ujuan terhadap penelitian ini merupakan hasil mengetahui bagaimana transaksi berlangsung dan problem apa saja yang dialami mahasiswa Gen Z dalam menghadapi Gateway Pembayaran Teknologi Berbasis QRIS. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang akan diproses untuk memberikan petunjuk dari rumusan masalah. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) jumlah mahasiswa yang menerapkan transaksi payment gateway berbasis QRIS terus meningkat dari oktober 2021 sampai januari 2022, (2) masih ada banyak kendala dalam menerapkan aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), dan (3) ada usaha yang telah dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut dengan menginput artikel perihal aplikasi QRIS secara online. Nilai berkembang dari bulan berikutnya, berdasarkan daftar perkembangan QRIS. Artinya, siswa Gen Z pada zaman sekarang menggemari penggunaan QRIS. Mahasiswa dapat melakukan pembelian hanya dengan scan QRIS karena dianggap lebih mudah dalam pembayaran. Selain itu, pembeli tidak perlu mempersiapkan kembalian uang untuk transaksi pembelian tersebut. Transaksi pembelian juga dianggap lebih aman. karena tidak memiliki hubungan dengan uang kertas yang dikirim dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain. Namun, meskipun aplikasi QRIS mungkin lebih praktis bagi mahasiswa generasi Z masa kini, orang-orang dari generasi sebelumnya lebih suka menggunakan kartu kredit karena tidak perlu membuka aplikasi dan hanya perlu membeli paket data.
Copyrights © 2025