Abad 21 merubah tatanan kehidupan manusia, utamanya dalam bidang pendidikan. Pendidikan mampu membentuk manusia sebagai makhluk yang dinamis. Sebagai manusia yang dinamis, peserta didik harus memiliki kemampuan problem solving sebagai kekuatan sehingga membentuk daya saing unggul di era society 5.0. Problem solving dianggap sebagai output dari empat kecakapan hidup yang harus dimiliki peserta didik, di antaranyacreativity, critical thinking, communication dan collaboration. Seluruh kecakapan hidup ini tentu di dukung oleh internet of things (IOT), artificial intelligence (AI), dan virtual augmented reality. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memaparkan pengaruh implementasi model pembelajaran kooperatif tipe open ended terhadap peningkatan kemampuan problem solving di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan sebagai pedoman yaitu kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara, penyebaran angket pemberian pretets dan posttest. Sampel penelitian ini yaitu 25 peserta didik di SD Negeri Sumberjo III, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa nilai Adjusted R Square (Koefisien Determinasi) memperoleh nilai sebesar 0,601. Dapat diiartikan bahwa terdapat pengaruh pada implementasi model pembelajaran kooperatif open ended sebanyak 60% terhadap peningkatan kemampuan problem solving. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif yang cukup signifikan antara implementasi model pembelajaran open ended dengan peningkatan kemampuan problem solving.
Copyrights © 2025