Pada pemilihan umum tahun 2024 banyak sekali fenomena isu pro dan kontra yang berkembang terutama dikalangan mahasiswa aktivis Pernyataan tersebut juga didukung dengan adanya perubahan putusan sembilan puluh terkait aturan batas usia Calon Presiden dan Wakil Presiden yang dianggap hanya menguntungkan Gibran Rakabuming Raka saat pencalonan pada pemilihan umum. Hal tersebut menimbulkan persepsi beragam dari berbagai elemen salah satu nya ialah mahasiswa aktivis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai persepsi mahasiswa aktivis Kota Surabaya terkait kepemimpinan Gibran Rakabuming Raka. Informan dari penelitian ini yakni 12 informan yang berasal dari Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Airlangga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan teknik wawancara mendalam serta dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Gibran Rakabuming Raka merupakan kepemimpinan muda yang kurang berpengalaman; (2) kepemimpinan Gibran Rakabuming Raka se-tipikal dengan ayahnya Joko Widodo; dan (3) Gibran Rakabuming Raka sebagai pemimpin muda yang menjangkau anak muda dengan aktif bermedia sosial. Terkait persepsi mahasiswa aktivis Kota Surabaya ini dibahas menurut teori kontruktivis Jean Piaget (1977) terkait perkembangan kognitif seseorang dapat menjadi dasar pembentukan persepsi melalui empat aspek, yaitu kematangan, pengalaman, interaksi sosial, dan ekuilibrasi
Copyrights © 2025