Profesi petani di Desa Rainawe menghadapi tantangan serius akibat ketidakpastian harga komoditas pertanian yang tidak stabil. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan petani yang fluktuatif dan menyebabkan persepsi negatif terhadap sektor pertanian, terutama di kalangan generasi muda. Banyak pemuda memilih merantau dan menjadi buruh tani di luar daerah yang dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi masyarakat terhadap profesi petani di tengah ketidakpastian harga komoditas pertanian. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode naturalistic observation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya harga jual, lemahnya posisi tawar petani di pasar, dan kurangnya kebijakan perlindungan harga dari pemerintah menjadi penyebab utama krisis regenerasi petani. Penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan harga yang adil dan dukungan bagi petani agar keberlanjutan sektor pertanian tetap terjaga.
Copyrights © 2025