Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap Profesi Petani Di Tengah Ketidakpastian Harga Komoditas Pertanian (Pendekatan Naturalistic Observation di Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka - NTT) Dominikus Isak Petrus Berek; Agustinus Bere; Marianus Manek
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.762

Abstract

Profesi petani di Desa Rainawe menghadapi tantangan serius akibat ketidakpastian harga komoditas pertanian yang tidak stabil. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan petani yang fluktuatif dan menyebabkan persepsi negatif terhadap sektor pertanian, terutama di kalangan generasi muda. Banyak pemuda memilih merantau dan menjadi buruh tani di luar daerah yang dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi masyarakat terhadap profesi petani di tengah ketidakpastian harga komoditas pertanian. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode naturalistic observation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya harga jual, lemahnya posisi tawar petani di pasar, dan kurangnya kebijakan perlindungan harga dari pemerintah menjadi penyebab utama krisis regenerasi petani. Penelitian ini menegaskan perlunya kebijakan harga yang adil dan dukungan bagi petani agar keberlanjutan sektor pertanian tetap terjaga.
Solidaritas atau Egoisme Komunal? Kajian Etika Sosial dalam Pengambilan Keputusan Pemblokiran Jalan untuk Kepentingan Pesta di NTT (Sebuah Pendekatan Yuridis-Sosiologis di Kabupaten Malaka) Dominikus Isak Petrus Berek; Agustinus Bere; Marianus Manek
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik pemblokiran jalan umum untuk kepentingan pesta adat secara komunal di Kabupaten Malaka, NusaTenggara Timur, telah dinormalisasi sebagai tradisi sosial, meskipun berdampak langsung pada terganggunyakenyamanan, keamanan dan keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik tersebut dariperspektif etika sosial dan legalitas dengan menekankan fenomena egoisme komunal serta peran pemerintah desasebagai aktor kunci pengambil kebijakan. Alih-alih mencerminkan solidaritas sosial, pemblokiran jalan justrumenunjukkan dominasi kepentingan kelompok penyelenggara pesta atas ruang publik. Egoisme komunal inidilegitimasi melalui kebijakan pemerintah desa yang memberikan izin penutupan jalan tanpa analisis risiko, tanpamempertimbangkan keselamatan publik dan tanpa memastikan ketersediaan jalur alternatif yang layak. Penelitian inimenggunakan pendekatan yuridis-sosiologis dengan teknik wawancara, observasi dan survei persepsi pengguna jalan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa tidak hanya gagal menjalankan etika kepemimpinan publik,tetapi juga secara aktif melegitimasi praktik yang bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta berpotensi melanggar Pasal 192 KUHP. Penelitian inimerekomendasikan penguatan regulasi daerah, reformasi mekanisme perizinan desa berbasis keselamatan publik danpeningkatan akuntabilitas aparatur desa dalam pengelolaan ruang publik
THE DILEMMA OF STATE BUDGET POLICY: WHEN CENTRAL EFFICIENCY SACRIFICES VILLAGE FUNDS ( PHENOMENOLOGICAL STUDY IN RAINAWE VILLAGE, KOBALIMA DISTRICT, MALAKA REGENCY,EAST NUSA TENGGARA PROVINCE ) Dominikus Isak Petrus Berek; Hendrik Toda; Melkisedek N B C Neolaka; Maria L Lino
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 6 No. 2 (2026): July-October 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the dilemma of national budget policy affecting Village Funds in Malaka Regency, specifically in Rainawe Village, Kobalima District. Budget efficiency policies implemented by the central government through Presidential Instructions and related regulations have created tension between national fiscal interests and rural development needs. Using a phenomenological approach with in-depth interviews, observation, and budget document analysis, this study finds that: ( 1) village fiscal dependency reaches 99.2% of central transfers; ( 2) budget realization faces systemic barriers due to cuts and delayed transfers; ( 3) village officials experience alienation in top-down budgeting processes; and ( 4) village communities bear the direct impact of delayed development programs. This research concludes that efficiency policies that do not consider the context of remote villages will exacerbate development inequality between the center and regions.