Latar belakang pengembangan kurikulum integratif antara sains dan nilai Islam di MA Yasmida Ambarawa Pringsewu muncul dari kebutuhan mendesak untuk menghadapi tantangan pendidikan modern yang mengedepankan kecerdasan intelektual tanpa landasan moral kuat. Kurikulum ini dirancang untuk menyatukan ilmu pengetahuan dan nilai keislaman dalam satu kesatuan yang harmonis, guna membentuk generasi unggul secara akademik sekaligus berkarakter Islami. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi kepala madrasah dalam mengembangkan kurikulum integratif yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter siswa berakhlak mulia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi pada kepala madrasah, guru sains dan agama, serta siswa. Analisis tematik dilakukan untuk memahami pola strategi dan tantangan dalam implementasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah memegang peran sentral sebagai leader dan change agent dalam pelatihan guru, penyusunan modul integratif, dan mendorong kolaborasi antar guru. Pembelajaran mengintegrasikan materi sains dengan nilai Islam secara efektif, meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa meski terdapat kendala keterbatasan waktu dan fasilitas. Sinergi antara kepemimpinan visioner, kompetensi guru, dan keterlibatan siswa menjadi kunci keberhasilan pengembangan kurikulum ini. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan guru, peningkatan sarana prasarana, dan evaluasi berkelanjutan untuk optimalisasi kurikulum integratif.
Copyrights © 2024