Dalam konteks upaya peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan, penilaian hasil belajar yang terstandar menjadi komponen krusial yang perlu mendapat perhatian khusus. Ketidakterpaduan sistem penilaian antar sekolah sering kali menjadi sumber ketimpangan dalam pengukuran capaian belajar siswa. Hal ini tidak hanya berdampak pada mutu pendidikan, tetapi juga mencerminkan ketidaksetaraan akses terhadap standar evaluasi yang adil dan objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi dan peran standarisasi penilaian hasil belajar dalam memastikan keadilan dan kualitas pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Sekolah Menengah Terpadu Darussalam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, observasi proses penilaian, serta analisis dokumen kebijakan dan hasil penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakterpaduan sistem penilaian antarsekolah menyebabkan perbedaan signifikan dalam pengukuran capaian belajar siswa yang berimplikasi pada ketimpangan mutu pendidikan. Standarisasi penilaian diidentifikasi sebagai solusi strategis yang dapat menyelaraskan kriteria evaluasi, meningkatkan akuntabilitas, dan mendukung kebijakan pendidikan yang berkeadilan. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan rekomendasi berbasis data untuk pengembangan kebijakan penilaian nasional yang lebih terintegrasi dan efektif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam meningkatkan sistem evaluasi pembelajaran sehingga tercipta standar penilaian yang adil, valid, dan berkelanjutan di Indonesia.
Copyrights © 2025