Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kebermaknaan kerja dan tingkat motivasi kerja pada individu Gen Z, serta menganalisis perbedaan kebermaknaan kerja berdasarkan jenis kelamin dan lama bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional prediktif dengan pendekatan kuantitatif. Partisipan berjumlah 109 karyawan Gen Z (usia 18-27 tahun), berstatus karyawan aktif dengan masa kerja minimal 1 tahun, dan berdomisili di Jabodetabek, yang direkrut dari PT X dan PT Y. Alat ukur yang digunakan adalah Work as Meaning Inventory (WAMI) dan Multidimensional Work Motivation Scale (MWMS). Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji reliabilitas Cronbach's Alpha, dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal. Ditemukan adanya hubungan positif yang signifikan antara kebermaknaan kerja dan motivasi kerja (ρ=0.665,p<0.000). Mayoritas partisipan memiliki tingkat kebermaknaan kerja (98.2%) dan motivasi kerja (90.8%) yang tinggi. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan pada tingkat kebermaknaan kerja berdasarkan jenis kelamin (p=0.003), di mana laki-laki memiliki tingkat kebermaknaan kerja yang lebih tinggi, dan berdasarkan lama bekerja (p=0.036), di mana individu dengan masa kerja lebih dari 1 tahun menunjukkan kebermaknaan kerja yang lebih tinggi. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kebermaknaan kerja sebagai pendorong motivasi pada Gen Z dan implikasinya bagi praktik manajemen sumber daya manusia.
Copyrights © 2025