Artikel ini mengkaji pola kepemimpinan kiai sebagai aktor sosial dalam merespons perubahan di Pondok Pesantren Ittihadul Asna, Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara lebih mendalam peran kiai sebagai tokoh sentral dalam pesantren, khususnya dalam memadukan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan modernitas.. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif dengan menerapkan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kiai di pesantren ini bersifat karismatik, berdasarkan garis keturunan, dan terbuka terhadap perubahan. Kiai berperan tidak hanya sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai pengelola, pendidik, dan agen perubahan sosial. Melalui pengelolaan yang lebih profesional, pemanfaatan teknologi, serta penguatan jaringan sosial, kiai mampu menjaga nilai-nilai pesantren tradisional sekaligus menjawab informasi tantangan modernitas yang terus berkembang.
Copyrights © 2025