Malang merupakan kota terluas kedua di Jawa Timur setelah Surabaya dan menjadi salah satu kota yang memiliki wisata sejarah yang sangat menarik. Berdasarkan data dari Pemerintah Kota Malang, pada tahun 2024 sendiri tercatat bahwa terdapat enam tempat wisata edukasi yang bertema sejarah, salah satu wisata edukasi sejarah tersebut adalah wisata Kampung Heritage Kayutangan. Kampung Heritage Kayutangan ini sendiri memiliki daya tarik sebagai tempat bagi para pecinta sejarah maupun fotografi karena memiliki banyak sekali bangunan-bangunan masa kolonial. Wisata ini mulai perlahan dibuka pada tahun 2011 dan seiring berjalannya waktu jumlah wisatawan yang mengunjungi tempat ini mengalami peningkatan, akan tetapi wisatawan tersebut mayoritas berasal dari masyarakat lokal meski strategi promosi sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Malang bersama dengan stakeholder terkait. Maka dari itulah muncul sebuah ide penelitian untuk pada akhirnya melakukan sebuah analisis tentang strategi komunikasi yang digunakan, terutama dalam Pengembangan Heritage Tourism di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak dari networking governance terhadap perekonomian lokal, bagaimana komunikasi dan jejaring yang dibangun mempengaruhi peningkatan perekonomian lokal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknis pengambilan data seperti wawancara, observasi, dan studi literatur. Metode wawancara akan dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk memperoleh hasil representatif, dengan menetapkan kriteria yakni: Pihak Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan.
Copyrights © 2025