Wulandari, Prisca Kiki
Faculty Of Social And Political Sciences, Universitas Brawijaya

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Role of Religious Leaders Amid Conflict of Public Resistance to Industrial Activities in Gresik Anas, Mohamad; Wulandari, Prisca Kiki; Saraswati, Destriana; Utami, Diah Febri
KARSA: Journal of Social and Islamic Culture Vol 28, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v28i2.4069

Abstract

The research constitutes an analysis on the conflict between community in Ujungpangkah, Gresik, East Java and a gas company, PT Aramada Hess (now PGN Saka Energy Indonesia). The research aims at finding a conflict resolution model that is distinctive, appropriate, and successful. To support the qualitative research, data collection methods use purposive sampling, participatory observation techniques, in-depth interviews and document reviews.  The collected data are analysed with the theory of mapping C.R. SIPPABIO. The theory under which the researcher applying to understand the role of Ujungpangkah religious leaders in resolving conflicts between the community and PGN Saka Energy Indonesia. As a result, it is found that: 1) public leaders are derived from various groups (fishermen, fishpond entrepreneurs and Islamic boarding school leaders) who positively resolve the conflict; 2) the intervention method is used as conflict resolution with a negotiation model; 3) Ujungpangkah religious leaders become social cohesion in this open conflict.
Inovasi Pemuda Dalam Mendukung Ketahanan Ekonomi Keluarga (Studi Kasus Pada Kampung Warna-Warni Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang) Prisca Kiki Wulandari
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 23, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.28829

Abstract

ABSTRACTThis study aims to (1) analyze the youth innovation of Muhammadiyah  University of Malang student named Guys Pro in changing the slump area of RW 2 Jodipan Village; (2) analyze the youth innovation product that is vivid village of Jodipan in supporting the family economic security. This study used qualitative approach with descriptive data display. This study was discussed by Habermas’ theory of communicative action and theory of family security. This study showed that the innovation of Guys Pro have changed the image of slump in Jodipan village and replace the face of village to be vivid village. The vivid village became a pilot project of tourism village in Malang. Promotion was given continually by the online and offline media which was attracting the visitor interest to come. Their visits contribute various opportunities for people to serve the needs of visitiors. Recently, they become the home entrepreneurs. In addition the mothers (ibu-ibu) PKK also participate in managing the vivid village. The image changing as a tourism village in Malang support the economic welfare of family for people of RW 2, Jodipan.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis inovasi pemuda mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung kelompok Guys Pro dalam merubah image kumuh RW 02 Kelurahan Jodipan; (2) menganalisis produk inovasi pemuda yakni Kampung Warna Warni Jodipan (KWJ) dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pemaparan data secara deskriptif. Pembahasan dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teori tindakan komunikatif Jurgen Habermas dan teori ketahanan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi Guys Pro merubah image kumuh di RW 02 Kelurahan Jodipan dengan menciptakan Kampung Warna-Warni. Kampung Warna-Warni Jodipan menjadi pilot project kampung wisata di Kota Malang. Promosi yang dilakukan secara terus-menerus melalui online dan offline menarik minat pengunjung untuk mengunjungi KWJ. Kunjungan wisatawan memberikan peluang bagi masyarakat untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh pengunjung. Saat ini sebagian besar masyarakat Jodipan berwirausaha di rumah masing-masing. Selain itu, ibu-ibu PKK di RW 02 Kelurahan Jodipan berpartisipasi dalam memanajemen wisata KWJ. Perubahan image KWJ sebagai kampung wisata di Kota Malang mendukung kesejahteraan ekonomi keluarga bagi warga RW 02 Kelurahan Jodipan.
Ketahanan Sosial Pemuda Dalam Pengelolaan Wisata Budaya (Studi Pada Yayasan Lasem Heritage Di Lasem, Rembang, Jawa Tengah) Prisca Kiki Wulandari; Destriana Saraswati; Galieh Damayanti
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.56994

Abstract

Lasem yang berada di Kabupaten Rembang memiliki peran penting di masa lalu sejak masa Kerajaan Majapahit. Secara geografis terletak di pantai utara Jawa dimana pada masa dulu perdagangan antar bangsa ramai dilakukan di daerah tersebut. Lasem sebagai panggung pertemuan masyarakat antar bangsa melatih masyarakatnya berpikiran terbuka terhadap pengaruh dan lebih toleran. Peninggalan-peninggalan di masa lalu baik berupa artefak ataupun warisan nilai-nilai budaya masih sangat kental dirasakan hingga saat ini. Pelestarian pusaka dengan menjadikannya sebagai wisata budaya akan membangkitkan kembali kejayaan Lasem di masa kini. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan sosial pemuda khususnya pemuda yang tergabung di Yayasan Lasem Heritage (YLH) dalam melestarikan warisan pusaka Lasem dengan mengelolanya sebagai potensi wisata budaya.Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi non-partisipatif, wawancara mendalam dengan purposive sampling, dan dokumentasi selama berada di Lasem. Data dianalisis dengan teori pemberdayaan masyarakat John Friedmann dan ketahanan sosial dari Keck dan Sakdalporak.Hasil penelitian menggambarkan bahwa tahapan-tahapan pemberdayaan pemuda YLH yang terdiri dari: (1) enabling dengan diadakannya klinik-klinik belajar oleh “Kesengsem Lasem”. (2) empowering yakni memberikan kesempatan kepada YLH untuk mengaktualisasikan ilmu yang didapat ketika mengikuti klinik belajar dengan menyediakan paket wisata Lasem, menjadi tour guide bagi wisatawan yang datang ke Lasem, serta berkolaborasi dengan pelaku usaha setempat untuk menyediakan amenitas dan atraksi wisata bagi wisatawan. (3) protecting dilakukan oleh founder “Kesengsem Lasem” dengan membuka akses bagi YLH untuk mendapatkan dukungan dari berbagai pihak berupa bantuan modal serta promosi dan pemasaran wisata budaya beserta produk lokal Lasem melalui pameran daring dan luring. Pemberdayaan pemuda YLH yang dilakukan oleh founder “Kesengsem Lasem” berimplikasi pada ketahanan sosial organisasi tersebut dalam mengelola wisata budaya di Lasem hingga saat ini. 
The Role of Religious Leaders Amid Conflict of Public Resistance to Industrial Activities in Gresik Mohamad Anas; Prisca Kiki Wulandari; Destriana Saraswati; Diah Febri Utami
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 28 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v28i2.4069

Abstract

The research constitutes an analysis on the conflict between community in Ujungpangkah, Gresik, East Java and a gas company, PT Aramada Hess (now PGN Saka Energy Indonesia). The research aims at finding a conflict resolution model that is distinctive, appropriate, and successful. To support the qualitative research, data collection methods use purposive sampling, participatory observation techniques, in-depth interviews and document reviews.  The collected data are analysed with the theory of mapping C.R. SIPPABIO. The theory under which the researcher applying to understand the role of Ujungpangkah religious leaders in resolving conflicts between the community and PGN Saka Energy Indonesia. As a result, it is found that: 1) public leaders are derived from various groups (fishermen, fishpond entrepreneurs and Islamic boarding school leaders) who positively resolve the conflict; 2) the intervention method is used as conflict resolution with a negotiation model; 3) Ujungpangkah religious leaders become social cohesion in this open conflict.
REVIEW BUKU YUDI LATIF “YANG LAYU DAN YANG LAJU” (MEMBUMIKAN AGAMA DALAM KRISIS RUANG PUBLIK) Prisca Kiki Wulandari
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.702 KB) | DOI: 10.21776/ub.waskita.2017.001.01.10

Abstract

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN TOLERANSI “MORAL CAMP” PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BRAWIJAYA Muhammad Faishal Aminuddin; Mohamad Anas; Prisca Kiki Wulandari
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/citizenship.v9i2.9293

Abstract

Hasil kajian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan SETARA Institute mencatat bahwa Universitas Brawijaya menjadi salah satu kampus yang terpapar paham radikal (Alenia.id, 2020). Hal ini menjadi alasan kuat bagi Tim Dosen Pusat Matakuliah Pengembangan Kepribadian (PMPK) Universitas Brawijaya membuat design pendidikan karakter yang menanamkan dan membiasakan sikap toleransi bagi para mahasiswanya melalui pendidikan toleransi yang disebut MORAL Camp (Merawat Religiusitas, Rasionalitas, dan Literasi). Kegiatan diselenggarakan di Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang pada tahun 2018 dan 2019. Penulisan artikel bertujuan menganalisis efektivitas kegiatan MORAL Camp dalam membangun karakter toleran pada mahasiswa Universitas Brawijaya. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan pengambilan data menyebarkan angket kepada mahasiswa peserta MORAL Camp. Teknik analisis data menggunakan kriteria penafsiran skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap toleran yang ditunjukkan oleh alumni peserta MORAL Camp masih berada pada tahap toleransi pasif, yakni toleransi yang berada di level pemakluman pada orang lain yang berbeda dengan dirinya.
Kolaborasi Tetrahelix dalam Mitigasi Bencana di Kecamatan Bumiaji Kota Batu Syaharani Wibowo; Bela Balina; Daffa Luthfadi Putra; Shinta Ayu Vernanda; Regitha Ameydia Putri; Prisca Kiki Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.872

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam. Kecamatan Bumiaji di Kota Batu, Jawa Timur, menjadi salah satu wilayah yang rawan terhadap bencana bencana alam karena kondisi geografisnya yang berada di lereng pegunungan dengan curah hujan yang tinggi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran dan kolaborasi antar-aktor dalam model tetrahelix pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan media dalam upaya mitigasi bencana bencana alam di Kecamatan Bumiaji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci yang dipilih secara purposive, serta analisis dokumen baik formal maupun informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh unsur tetrahelix telah menunjukkan keterlibatan dalam kegiatan mitigasi bencana, namun pelaksanaannya masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara optimal. Pemerintah masih menjadi aktor dominan, sementara peran komunitas dan media belum sepenuhnya dimaksimalkan. Akademisi dan sektor swasta mulai berkontribusi melalui penelitian dan program tanggung jawab sosial (CSR), namun kolaborasi lintas sektor belum berjalan secara berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pelibatan aktif seluruh aktor dalam mewujudkan sistem mitigasi bencana yang adaptif dan berkelanjutan di tingkat lokal.
Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lokal Di Kampung Topeng Malangan Alvy Syakilah Salsabilah; Marshanda Nya Putri Imanda; Celia Revalina; Dita Putri Dwi Natarina; Haerun Nisak; Prisca Kiki Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.937

Abstract

Kota Malang dikenal dengan beragam destinasi wisata, baik wisata alam maupun budaya. Salah satu wisata budaya yang menarik adalah Kampung Topeng Malangan, yang terletak di Dusun Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. Kampung ini memiliki sejarah unik melalui program Desaku Menanti, yang diresmikan oleh Pemerintah Kota Malang pada tahun 2016. Seiring waktu, Kampung Topeng Malangan menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan eksistensinya sebagai destinasi wisata budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di Kampung Topeng Malangan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori pemberdayaan oleh Robert Chambers, penelitian ini mengungkapkan bahwa pemerintah memainkan tiga peran utama: fasilitator, regulator, dan motivator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesejahteraan sosial, dan masyarakat menjadi kunci dalam membentuk kemandirian ekonomi dan sosial warga. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan pelatihan, pola pikir warga, dan ketidakmerataan hasil program, Kampung Topeng Malangan tetap menunjukkan potensi sebagai model pemberdayaan berbasis budaya yang berkelanjutan. Diperlukan strategi jangka panjang, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta partisipasi lintas sektor agar program dapat terus berlanjut dan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.
Kolaborasi Antar Aktor dalam Penyediaan Layanan Publik di Kota Malang: Studi pada Layanan Job Fair Active Learning Aerio Galih Devano; Maya Mulya Lusiana; Zafira Aulia; Ferdian Adyatma; Violia Vinna Wandini; Prisca Kiki Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1010

Abstract

Kota Malang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di Jawa Timur menghadapi tantangan serius dalam menyediakan akses ketenagakerjaan yang merata dan efisien. Melonjaknya angka pengangguran mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi inovatif dalam pelayanan publik, salah satunya melalui platform digital Job Fair Active. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana jejaring kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi terbentuk serta berfungsi dalam penyelenggaraan layanan ketenagakerjaan berbasis digital tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang dipilih secara purposive, observasi lapangan, serta studi dokumentasi terhadap kebijakan, laporan program, dan data ketenagakerjaan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengungkap dinamika kolaborasi lintas sektor dalam tata kelola layanan publik yang adaptif dan partisipatif, serta memberikan pemahaman mengenai implementasi teori policy network dalam konteks pelayanan ketenagakerjaan di tingkat daerah.
Peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Dalam Wisata Tanaka Waterfall Dengan Perspektif Teori Collaborative Governance Sivera Priyadita; Siti Ulul Az’Mia; Naela Cyril Zerlinda; Adinda Resinta Dwi Fitria; Wahyu Rama Saldiansyah; Prisca Kiki Wulandari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1017

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi model Collaborative Governance dalam pengelolaan Wisata Tanaka Waterfall di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Fokus utama penelitian adalah menganalisis inovasi yang dilakukan oleh komunitas perempuan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam memperkuat tata kelola wisata berbasis kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, penelitian ini melibatkan lima informan kunci dari berbagai latar belakang dalam ekosistem wisata Tanaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kolaboratif yang terbentuk berawal dari kondisi saling membutuhkan antara pemerintah desa dan masyarakat lokal, ditunjang dengan tingginya tingkat kepercayaan sosial yang menjadi modal utama kolaborasi. Struktur kelembagaan berkembang dari praktik informal menuju tata kelola yang lebih terorganisir dengan terbentuknya "pengurus 12" sebagai forum koordinasi dan pengakuan formal terhadap KWT melalui Surat Keputusan desa. Kepemimpinan fasilitatif yang muncul berperan menjembatani berbagai kepentingan dan membangun dialog dua arah yang deliberatif. Dampak dari kolaborasi ini bersifat multidimensional, mencakup peningkatan pendapatan wisata yang signifikan dari Rp 90 juta (2020) menjadi Rp1,4 miliar (2023), diversifikasi lapangan kerja, dan pemberdayaan perempuan dalam ranah ekonomi lokal. Model pengelolaan Tanaka Waterfall ini menawarkan praktik baik (best practice) dalam membangun tata kelola pariwisata yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berbasis pada kekuatan masyarakat lokal.