Di era digital saat ini, media sosial menjadi ruang utama bagi berbagai kelompok untuk menyebarkan pemahaman keagamaan, termasuk interpretasi hadis jihad oleh kelompok Islamis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara rinci bagaimana kelompok Islamis menafsirkan dan menyebarkan pemahaman mengenai hadis jihad melalui berbagai platform digital. Fokus utama adalah memahami narasi dan strategi komunikasi yang mereka gunakan, serta dampaknya terhadap pemahaman masyarakat, terutama para generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis, serta mengumpulkan data melalui dokumentasi konten media sosial, observasi online, dan wawancara mendalam dengan para ahli dan praktisi di bidangnya. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan, disertai verifikasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil studi menunjukkan bahwa kelompok Islamis memanfaatkan media digital untuk menyebarkan pemahaman jihad yang sering kali dipersempit menjadi tindakan kekerasan, tanpa menampilkan makna spiritual dan etis yang lengkap. Temuan ini menegaskan pentingnya peran aktif otoritas keagamaan dan institusi pendidikan dalam menyajikan narasi yang lebih tepat dan kontekstual. Kontribusi penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana komunikasi keagamaan berkembang di dunia digital dan dampaknya terhadap dinamika sosial budaya terkait interpretasi hadis jihad.
Copyrights © 2025