Subsidi pupuk merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam mendukung produktivitas sektor pertanian yang berkelanjutan. Namun, implementasi kebijakan ini di Kabupaten Banjarnegara masih menghadapi berbagai kendala, khususnya dalam efektivitas penyaluran melalui kartu tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap petani yang tersebar di beberapa kecamatan. Penentuan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat signifikansi tertentu dari populasi petani sebanyak 21.281 orang. Variabel yang dianalisis mencakup efektivitas penyaluran pupuk, persepsi petani terhadap kartu tani, kualitas pelayanan kios, dan persepsi terhadap peran pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program kartu tani memiliki tujuan baik dalam mengefektifkan distribusi pupuk bersubsidi, masih ditemukan kendala seperti keterbatasan sosialisasi, kesalahan data petani, ketidaktepatan waktu distribusi, serta rendahnya kualitas pelayanan di tingkat kios. Peran pemerintah sebagai regulator, fasilitator, dan katalisator dinilai masih belum optimal oleh sebagian besar petani. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan sistem penyaluran pupuk bersubsidi dengan memperkuat sinergi antarlembaga, meningkatkan literasi petani terhadap program kartu tani, serta
Copyrights © 2025