Pondok Pesantren memiliki peran penting dalam pengajaran ilmu nahwu sebagai fondasi pemahaman bahasa Arab. Namun, dominasi pendekatan teoritis dalam pembelajaran nahwu menyebabkan kesenjangan signifikan antara penguasaan kaidah dan kemampuan aplikatif santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara teori dan praktik dalam pembelajaran nahwu di Pondok Pesantren API Asasunnajah serta dampaknya terhadap penguasaan struktur kalimat santri. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, sedangkan tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1. Proses pembelajaran masih berpusat pada hafalan dan ceramah, 2. Minimnya praktek analisis teks arab, 3. Ketiadaan pembelajaran berbasis praktek kontekstual. Akibatnya, banyak santri mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat, mengalisis i’rab, dan memahami struktur gramatikal. Temuan ini menegaskan perlunya pergeseran metode ke arah pembelajaran nahwu yang lebih komunikatif, partisipatif, dan berbasis konteks, guna membentuk keterampilan bahasa Arab yang aktif dan produktif di kalangan santri.
Copyrights © 2025