Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh narsisme Chief Executive Officer (CEO) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap nilai perusahaan pada sektor manufaktur sektor makanan dan minuman di Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari 135 sampel perusahaan manufaktur sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019–2023. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narsisme CEO berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan praktik ESG berpengaruh positif signifikan. CEO dengan tingkat narsisme tinggi cenderung mengambil keputusan yang berisiko dan berorientasi pada diri sendiri, sehingga berdampak negatif terhadap kepercayaan pasar dan nilai perusahaan. Sebaliknya, perusahaan yang menerapkan praktik ESG secara konsisten mampu memperkuat reputasi, membangun kepercayaan investor, dan meningkatkan nilai pasar mereka.
Copyrights © 2025