Pediculosis capitis, atau infestasi kutu kepala, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum terjadi pada anak usia sekolah dan dapat mengganggu konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko Pediculosis capitis dengan menggunakan pendekatan regresi logistik ordinal. Studi dilakukan pada tahun 2019 di Sekolah Dasar Negeri di Denpasar, Bali, dengan 144 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan fisik, kemudian dianalisis secara statistik. Hasil menunjukkan bahwa jenis kelamin, ukuran rambut, frekuensi mencuci rambut, tingkat pendidikan ibu, dan jumlah saudara kandung memiliki hubungan signifikan terhadap kejadian Pediculosis capitis. Uji kecocokan model menunjukkan model sesuai dengan data (p = 0,801), dan uji simultan menunjukkan variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat (p < 0,001). Secara parsial, jenis kelamin (p < 0,001) dan ukuran rambut (p = 0,018) menjadi faktor risiko utama. Nilai Nagelkerke R² sebesar 0,592 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 59,2% variasi kejadian. Interpretasi odds ratio menunjukkan bahwa anak laki-laki memiliki kemungkinan ~3,18 kali lebih tinggi untuk tidak terinfeksi dibandingkan perempuan, dan anak dengan rambut pendek memiliki kemungkinan ~23,4 kali lebih tinggi untuk tidak terinfeksi dibandingkan anak dengan rambut panjang. Kesimpulannya, jenis kelamin dan panjang rambut merupakan faktor risiko dominan terhadap kejadian Pediculosis capitis.
Copyrights © 2025