Peribadahan di masyarakat Islam yang diambil dari dalil-dalil shohih masih menjadi problem di Islam Kontemporer. Bentuk ke-sanad-an dan doktrin Ashabiyah menjadi revalidasi masyarakat dalam memilah ajaran Islam untuk beribadah. Masyarakat cenderung melakukan politisasi agama dalam memilah sumber Islam, sehingga perbedaan beribadah sangat sulit diterima karena kuatnya politisasi Ashabiyah. Penelitian ini menggunakan literatur review untuk mendapatkan data primer dan skunder dari motif politisasi ashabiyah yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Islam Kontemporer motif bermazhab masih dilanggengkan melalui politisasi Ashabiyah Nahdlatul Ulama. Gerakan politisasi Ashabiyah Nahdlatul Ulama ditemukan 1) menjadikan masjid agung sebagai identitas yang ter-validasi dengan ibadah yang diakui negara, 2) penetapan hari besar adalah keputusan masyarakat Ashabiyah Nahdlatul Ulama.
Copyrights © 2025