Penelitian ini membahas pembentukan citra Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemberitaan pembangunan infrastruktur melalui dua media berbeda, yakni Metro TV sebagai media arus utama dan platform media sosial X (sebelumnya Twitter). Menggunakan paradigma konstruktivis dan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis strategi publisitas dan framing yang dilakukan kedua media dalam menyampaikan narasi pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metro TV menampilkan citra Jokowi secara positif dan terstruktur melalui pendekatan paid publicity, menekankan keberhasilan infrastruktur sebagai simbol kepemimpinan visioner. Sementara itu, media sosial X memperlihatkan dinamika yang lebih terbuka dan pluralistik, di mana masyarakat bebas mengekspresikan dukungan maupun kritik terhadap program pemerintah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pencitraan politik tidak hanya bersifat top-down dari media kepada publik, tetapi juga dibentuk melalui partisipasi aktif masyarakat di ruang digital. Dengan demikian, pencitraan politik Jokowi bersifat dialektis: dibentuk oleh media, diuji oleh publik.
Copyrights © 2025