Logam Tembaga (Cu) dibutuhkan dalam tubuh dalam jumlah sedikit, namun dalam jumlah banyak logam Cu dapat memberikan efek buruk yaitu mempengaruhi sistem hematologi dengan mengganggu sintesis heme dan dapat mempersingkat umur sel darah merah (eritrosit). Salah satu aktivitas yang menghasilkan polutan logam tembaga adalah proses pengelasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar Cu terhadap jumlah eritrosit dalam darah pekerja bengkel las di Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan observasional korelasional dan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 15 sampel darah pekerja bengkel las. Kadar Cu dianalisis menggunakan Inductively Coupled Plasma -Mass Spectrum (ICP-MS), sedangkan jumlah eritrosit diukur dengan hematology analyzer. Uji normalitas dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk, dan uji korelasi Pearson digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Kadar Cu berkisar antara 0,6002–1,0352 mg/L, dan jumlah eritrosit antara 4,33–6,31 juta/µL. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05). Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif lemah antara kadar Cu dan jumlah eritrosit dengan nilai r=-0,268 dan p = 0,333, yang tidak signifikan secara statistik.
Copyrights © 2025