Pekerja yang terpajan oleh temperatur yang tinggi selama bekerja dalam ruangan dengan lingkungan panas atau bekerja di ruang terbuka dengan cuaca yang panas merupakan suatu keadaan yang sangat berpotensi menimbulkan bahaya. Salah satu pekerjaan yang terpapar dengan panas matahari secara langsung adalah Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan. Aktivitas bongkar muat yang dilakukan di bawah paparan sinar matahari langsung dapat meningkatkan risiko terjadinya heat strain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran heat strain pada TKBM di Pelabuhan Kota Manado. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh TKBM yang hadir dan bersedia menjadi responden dengan total 126 pekerja. Data usia diperoleh melalui wawancara, denyut nadi diukur menggunakan pulse oximeter dan heat strain dihitung menggunakan Physiological Strain Index (PSI) yang didasarkan pada pengukuran suhu tubuh dan denyut nadi sebelum dan saat bekerja. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata dari heat strain yaitu 3,186 dengan nilai minimum 1,1 dan maksimum 5,4. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa TKBM di Pelabuhan Kota Manado mengalami peningkatan denyut nadi dan suhu tubuh selama melakukan aktivitas bongkar muat, yang mencerminkan adanya heat strain pada sebagian besar pekerja.
Copyrights © 2025