Self-harm merupakan perilaku menyakiti diri sendiri tanpa adanya niat untuk mengakhiri hidup, yang biasanya munculakibat tekanan emosional yang tidak tertangani dengan baik. Mahasiswa menjadi kelompok yang rentan mengalamikondisi ini karena berada dalam fase kehidupan yang penuh tuntutan, baik dari segi akademik, sosial, maupunpersoalan pribadi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk perilaku self-harm,faktor-faktor pemicunya, serta dampak psikologis yang ditimbulkan pada mahasiswa. Penelitian menggunakan metodekualitatif dengan pendekatan generic qualitative study, melibatkan tiga partisipan berusia antara 20 hingga 22 tahun.Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat variasi bentuk perilaku self-harm, baik yang bersifat fisik seperti melukai tubuh, maupunnon-fisik seperti menyakiti diri secara emosional. Tindakan ini umumnya dipicu oleh konflik dalam keluarga, masalahdalam relasi sosial, serta kesulitan dalam mengelola emosi. Meskipun tindakan tersebut memberikan rasa legasementara, perasaan bersalah seringkali muncul setelahnya. Beberapa partisipan mulai menunjukkan penurunanintensitas perilaku, sementara yang lain masih berjuang. Temuan ini menunjukkan pentingnya dukungan psikologisyang konsisten dan empatik.
Copyrights © 2025