Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry, yaitu inquiry terbimbing dan inquiry bebas terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi redoks kelas X. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam memahami konsep-konsep dasar reaksi redoks seperti bilangan oksidasi, oksidator, dan reduktor. Metode yang digunakan adalah Quasi-Experimental dengan bentuk postest nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X1 diberi perlakuan inquiry tebimbing dan kelas X2 diberikan perlakuan inquiry bebas di SMAN 2 Bungo. Instrument yang digunakan berupa tes berpikir kritis dengan indicator merumuskan masalah, mengungkapkan fakta, memberikan argumentasi logis, mendeteksi bias, dan menarik Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiry dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, dengan peningkatan yang lebih signifikan pada kelompok inquiry bebas. Kesimpulannya, model pembelajaran inquiry bebas lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi redoks.
Copyrights © 2025