Permasalahan ketergantungan terhadap beras padi sebagai pangan pokok di Indonesia menuntut adanya alternatif solusi melalui diversifikasi pangan. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi jagung sebagai bahan baku dalam produksi beras analog menggunakan teknologi ekstrusi panas. Metode ini memungkinkan pembentukan produk yang menyerupai beras konvensional secara fisik, namun dengan komposisi gizi yang lebih unggul. Jagung diketahui memiliki kandungan protein, serat, dan lemak yang lebih tinggi serta kalori yang lebih rendah dibandingkan beras padi, menjadikannya kandidat ideal untuk substitusi sebagian konsumsi beras nasional. Dengan mempertimbangkan nilai gizi dan kelayakan proses produksi, beras analog berbasis jagung dinilai memiliki prospek yang signifikan sebagai alternatif pangan fungsional guna memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025