Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan usaha kuliner dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, dengan fokus studi kasus pada destinasi wisata kuliner Tamendao Beach, Kota Gorontalo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada potensi kawasan wisata tersebut yang belum diiringi dengan optimalisasi sektor kuliner sebagai penggerak ekonomi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan usaha kuliner di Tamendao Beach belum berjalan secara maksimal. Dari aspek inovasi produk, pelaku usaha cenderung menghadirkan menu yang homogen, khususnya berbahan dasar ikan nike, tanpa eksplorasi pada bahan lokal lain maupun penyajian yang kreatif. Dari sisi promosi, pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok belum diiringi dengan strategi pemasaran digital yang terarah dan inovatif, sehingga jangkauan promosi masih terbatas. Sementara itu, dari aspek fasilitas pendukung, ditemukan kekurangan pada sarana umum seperti toilet, musala, tempat sampah, dan aksesibilitas lokasi. Ketimpangan pengunjung antar lapak pun terjadi akibat keterbatasan infrastruktur, yang turut memengaruhi potensi pendapatan pelaku UMKM. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi kuliner berbasis potensi lokal dan transformasi strategi promosi digital untuk memperkuat daya tarik wisata kuliner. Selain itu, dukungan pemerintah daerah dalam peningkatan infrastruktur dan fasilitas umum sangat diperlukan untuk mendorong pengembangan usaha kuliner secara berkelanjutan dan inklusif. Penelitian ini merekomendasikan adanya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem wisata kuliner yang kompetitif, kreatif, dan berdaya saing tinggi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Copyrights © 2025