Ketombe adalah pengelupasan kulit kepala yang disertai dengan rasa gatal, kemerahan dan rasa tidak nyaman. Penyebab timbulnya ketombe yaitu kulit kepala yang lembab dan produksi kelenjar keringat yang berlebihan, disamping hal tersebut munculnya ketombe juga disebabkan adanya peran mikrooganisme. Mikroorganisme penyebab timbulnya ketombe adalah jamur Pityrosporum ovale, jamur tersebut diklasifikasikan kedalam genus Malassezia. Menurut beberapa penelitian sekitar 50% populasiorang dewasa di seluruh dunia mengalami permasalahan kulitkepala yaitu ketombe, sedangkan prevalensi penderita ketombe di Indonesia mencapai 45%. Ketombe dapat dikurangi dengan menggunakan senyawa zat aktif pada tumbuhan. Senyawa fitokimia yang digunakan sebagai antijamur adalah alkaloid, saponin, tanin, flavonoid dan triterpenoid. Senyawa tersebut dapat ditemukan pada salah satu tanaman, yaitu tanaman anting-anting (Acalypha indica L.) termasuk dalam suku Euphorbiaceae. Teknologi sediaan farmasjyang digunakan pada penelitian ini dalah sediaan hair tonic. Pembuatan sediaan hair tonic menggunakan bahan aktif ekstrakdaun anting-anting dengan konsentrasi 5%, 15% dan 25%. Terdapatbeberapa pengujian pada penelitian ini meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji iritasi kulit dan pengujianterhadap jamur. Pengujian antijamur pada penelitian inimengggunakan metode difusi cakram. Hasil dari beberapapengujian pada penelitian ini menunjukkan mutu fisik organoleptik, kejernihan, pH, viskositas sediaan yang baik. Pengujian iritasi kulityang melibatkan manusia sebagai responden menunjukkan tidak adareaksi mengiritasi yang terjadi terhadap responden. Pengujianaktivitas antijamur sediaan hair tonic didapatkan nilai zona hambatF1 0 mm; F2 1,56 mm; F3 3,07 mm; control negative 0 dan control positif 2,8 mm.
Copyrights © 2025