Media bukan hanya sarana komunikasi, melainkan agen ideologis yang aktif dalam membentuk konstruksi sosial tentang identitas gender. Representasi perempuan dalam media kerap dikonstruksi melalui simbol sensualitas, estetika tubuh, dan narasi patriarkal yang menjadikan mereka objek visual dan komoditas simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana media memproduksi dan melanggengkan mitos-mitos tentang perempuan melalui praktik representasi simbolik yang bersifat hegemonik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif interpretatif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur seperti buku teori feminisme, semiotika budaya, kajian media sebagai referensi utama. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi dan menginterpretasi tanda-tanda, narasi visual, serta wacana gender yang direproduksi media melalui pembacaan kritis terhadap makna denotatif, konotatif, dan ideologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa media tidak hanya merepresentasikan perempuan secara stereotipis, tetapi juga menciptakan bentuk-bentuk kekerasan simbolik dan manipulasi pencitraan yang beroperasi di bawah struktur kapitalisme dan patriarki. Mitos-mitos ini memperlihatkan bagaimana tubuh perempuan diposisikan sebagai alat produksi makna kultural demi kepentingan ekonomi dan estetika dominan.
Copyrights © 2025