Perilaku manusia yang mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan umum memicu timbulnya masalah dan kerusakan lingkungan. Seiring perkembangan zaman, perkiraan sumber daya alam akan semakin terkuras dan kerusakan lingkungan tidak dapat dihindari. Selain itu, manusia tidak bertanggung jawab terhadap sampah sehingga merusak lingkungan. Faktor kesadaran masyarakat dalam menanggapi masalah sampah menjadi salah satu yang paling pokok. Masyarakat kurang memiliki kesadaran bahwa pada kegiatan ekonomi dan rumah tangga yang mereka lakukan ada aspek-aspek pendukung lainnya yang harus diperhatikan khususnya adalah lingkungan. Perlunya peran pemerintah setempat untuk mensosialisasikan pentingnya kesadaran pengelolaan sampah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komunikasi hybrid sebagai implementasi program pengelolaan sampah di desa Tanjungmojo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori komunikasi hybrid. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu dalam mengkampanyekan pengurangan dan penanganan sampah ini, terdapat komunikator untuk menyampaikan pesan yaitu orang-orang yang berasal dari dalam BUMDes itu sendiri dan dari luar seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal. Dimana, pesan yang disampaikan oleh komunikator ini, bersifat informatif dan edukatif dengan mengandung kalimat persuasif yang cukup mudah dipahami oleh sasarannya.
Copyrights © 2025