Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Bahasa Inggris Puri Kusuma Dwi Putri; Devi Purnamasari; Zahrotul Umami
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v7i1.3768

Abstract

This study discusses the tourism potential of one of the villages in Semarang Regency, namely Kemambang Village, Banyu Biru District, Ambarawa, Central Java Province. The existence of tourism potential in Kemambang Village requires special attention from the government and local communities on the importance of marketing communication knowledge in the development of tourism ecology, the application of place making as well as an understanding of the assets owned by each region and the application of spatial practices. The aim of the study was to explore the implementation of communication in the planning and development of tourism ecology and place-making in Kemambang village, Ambarawa, Central Java province. This study employed a qualitative research design method to explore how the concept of creative communication in the digital era can be understood and carried out in the creative communication industry from the perspective of the main stakeholders and uses a case study approach. Data analysis was conducted by reducing data, displaying data, and drawing conclusions. The result of the research show that Kemambang Village has a lot of tourism potential that has not been exposed and optimized due to the lack of awareness of the people of Kemambang Village in understanding the importance of communication for tourism ecology development, place-making, asset needs, and the application of spatial practices in Kemambang.
IMPLEMENTATION OF FUZZY MEMBERSHIP FUNCTION TO DETERMINNE AUTOMATIC WATERINNG TIME Novita Kurnia Ningrum; Ibnu Utomo Wahyu Mulyono; Karis Widyatmoko; Zahrotul Umami
Jurnal Teknologi Informasi Universitas Lambung Mangkurat (JTIULM) Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtiulm.v8i2.179

Abstract

Global warming impacted to agriculture, thereby affecting the world's food supply. UNICEF calls on every country to be able to meet its food needs independently. Indonesia, as an agricultural country, has the potential to meet food needs independently. One effort that can be made is to combine existing agricultural systems with technology through the application of IoT. In this research, it was applied to citrus plants using DHT11 temperature and air humidity sensors and soil moisture sensor YL69. Data processing uses a fuzzy algorithm approach, using two input variables, namely temperature and humidity variables and soil moisture variables. Meanwhile, the resulting output variable is the time for watering the plants. At the fuzzification stage, each variable is grouped into three memberships. For temperature and humidity variables are divided into hot, medium and cold membership. Soil moisture variables are divided into wet, medium and dry membership. And the time variables consists of short, medium and long time membership. In the defuzzification stage, it is calculated by calculating the center of area value for each graphic area resulting from the fuzzification stage. Furthermore, to test the system, the testing carried out resulted in an error value of 5.19 percent. Based on test and trial that be done, the result shows that average volume of water that flows every second when watering plants is 36.5 ml per second.
Komunikasi Hybrid Sebagai Implementasi Program Pengelolaan Sampah Di Desa Tanjungmojo Arya Yudha Wahyu Firmansyah; Zahrotul Umami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1989

Abstract

Perilaku manusia yang mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan umum memicu timbulnya masalah dan kerusakan lingkungan. Seiring perkembangan zaman, perkiraan sumber daya alam akan semakin terkuras dan kerusakan lingkungan tidak dapat dihindari. Selain itu, manusia tidak bertanggung jawab terhadap sampah sehingga merusak lingkungan. Faktor kesadaran masyarakat dalam menanggapi masalah sampah menjadi salah satu yang paling pokok. Masyarakat kurang memiliki kesadaran bahwa pada kegiatan ekonomi dan rumah tangga yang mereka lakukan ada aspek-aspek pendukung lainnya yang harus diperhatikan khususnya adalah lingkungan. Perlunya peran pemerintah setempat untuk mensosialisasikan pentingnya kesadaran pengelolaan sampah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui komunikasi hybrid sebagai implementasi program pengelolaan sampah di desa Tanjungmojo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori komunikasi hybrid. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu dalam mengkampanyekan pengurangan dan penanganan sampah ini, terdapat komunikator untuk menyampaikan pesan yaitu orang-orang yang berasal dari dalam BUMDes itu sendiri dan dari luar seperti Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal. Dimana, pesan yang disampaikan oleh komunikator ini, bersifat informatif dan edukatif dengan mengandung kalimat persuasif yang cukup mudah dipahami oleh sasarannya.
Identitas Skena di Ruang Komunal Melalui Pemaknaan Lirik Lagu “Creep” Radiohead Shinta Eka Hakiki; Teguh Hartanto Patrianto; Rahmawati Zulfiningrum; Puri Kusuma Dwi Putri; Zahrotul Umami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna lirik lagu “Creep” karya Radiohead sebagai simbol identitas skena ketika dipraktikkan dalam ruang komunal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes dan perspektif etnomusikologi, penelitian ini menelaah transformasi makna lirik dari teks individual menjadi representasi budaya kolektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tekstual, “Creep” memuat narasi personal tentang keterasingan dan kerentanan diri. Namun, ketika diperdengarkan dalam ruang komunal seperti kafe skena, lirik tersebut mengalami pergeseran makna melalui proses denotasi–konotasi–mitos, hingga menjadi simbol identitas outsider yang diterima dan dirayakan dalam budaya skena. Ruang komunal berfungsi sebagai mediator afektif yang memungkinkan pendengar mengalami pengalaman emosional bersama, terlihat dari fenomena nyanyi kolektif dan penguatan rasa kebersamaan meski antarindividu tidak saling mengenal. Temuan ini menegaskan bahwa musik bukan hanya teks, tetapi praktik budaya yang membentuk identitas melalui interaksi sosial dan atmosfer ruang. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada kajian etnomusikologi dan semiotika, serta implikasi praktis bagi pengelola ruang komunal, komunitas skena, dan pelaku industri kreatif dalam memahami peran musik sebagai media pembentuk identitas budaya.