Perkembangan era digital menuntut adanya transformasi dalam metode pembelajaran sejarah yang masih didominasi pendekatan konvensional. Kesenjangan antara tuntutan keterampilan abad ke-21 dan praktik pembelajaran di madrasah menjadi dasar dilakukannya penelitian ini, yang bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi digital storytelling sebagai strategi inovatif dalam mengembangkan keterampilan kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, dan literasi teknologi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah ATQIA Bondowoso, melibatkan 24 siswa kelas XI. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, serta dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber untuk menjamin validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital storytelling secara efektif mengembangkan empat keterampilan utama abad ke-21 melalui pembagian peran dalam kerja kelompok, seleksi dan analisis sumber sejarah, kebebasan dalam berekspresi melalui multimedia, serta penggunaan berbagai alat digital yang relevan. Temuan ini memberikan bukti empiris mengenai potensi digital storytelling sebagai strategi pembelajaran holistik yang dapat diadaptasi untuk konteks pendidikan madrasah dan lembaga sejenis.
Copyrights © 2025