Kemiskinan tetap menjadi tantangan utama di Indonesia, mendorong pemerintah meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk meringankan beban ekonomi masyarakat miskin. Namun, efektivitas BLT sangat bergantung pada akurasi data penerima, yang menjadi tantangan tersendiri di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aparat desa dalam pemutakhiran data penerima BLT di Desa Lembah Hijau, Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aparat desa memainkan empat peran utama, yaitu sebagai regulator, fasilitator, mobilisator, dan motivator. Peran sebagai regulator dan fasilitator telah dijalankan sesuai ketentuan, melalui musyawarah desa dan koordinasi antar pihak. Namun, peran sebagai mobilisator dan motivator belum maksimal, ditandai dengan minimnya pelibatan masyarakat dalam pendataan awal dan lemahnya komunikasi internal. Kendala utama yang dihadapi adalah ketidaksesuaian dan duplikasi data, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas dan motivasi aparat desa, serta pelibatan aktif warga, guna menjamin akurasi data dan keberhasilan program BLT di tingkat lokal.
Copyrights © 2025