Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi berkebun terhadap penurunan halusinasi pendengaran pada pasien gangguan persepsi sensori di ruang Elang RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Hasil: Terapi dilaksanakan selama 6 kali pertemuan. Pada hari ke-1 hingga ke-4 dilakukan terapi generalis, yang kemudian dilanjutkan dengan terapi berkebun pada hari ke 4, 5, dan 6. Terapi generalis diberikan selama 10 menit, sedangkan terapi berkebun dilaksanakan selama 30 menit. Evaluasi menggunakan kuesioner AHRS menunjukkan skor pre-test 12 (kategori halusinasi sedang) menurun menjadi skor post-test 5 (kategori halusinasi ringan), menunjukkan penurunan sebesar 58,33%. Selain itu, pasien tampak lebih fokus, aktif dalam kegiatan kelompok, serta menyatakan merasa nyaman dan senang selama terapi. Kesimpulan: Terapi okupasi berkebun efektif menurunkan intensitas halusinasi pendengaran dan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi. Intervensi ini layak diterapkan sebagai bagian dari pendekatan keperawatan holistik.
Copyrights © 2025