Penelitian ini membahas pengaruh sistem pembayaran elektronik terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Penelitian ini berfokus pada tiga instrument pembayaran elektronik; yaitu kartu kredit, kartu debit dan e-money, dengan inflasi sebagai variabel terikat yang diukur melalui Indeks Harga Konsumen (IHK). Data yang digunakan bersumber dari Bank Indonesia dan Statistik Sistem Pembayaran Pasar Keuangan Indonesia (SPIP), dalam bentuk time series bulanan dari Januari 2023 hingga Mei 2025. Metode analisis yang diterapkan adalah regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak eviews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kartu kredit berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap inflasi. Kartu debit berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi, dimana peningkatan transaksi kartu debit mendorong kenaikan inflasi. E-money berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi, menunjukkan peningkatan transaksi e-money dapat menurunkan tingkat inflasi. Secara bersama-sama, ketiga variabel sistem pembayaran elektronik berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Impilkasi dari penelitian ini adalah perlunya kebijakan yang mendorong penggunaan e-money untuk menekan inflasi, sementara penggunaan kartu debit perlu diawasi agar tidak memicu inflasi berlebihan. Penelitian ini juga merekomendasikan penambahan variabel kontrol dan metode analisis lanjutan, seperti Error Correction Model (ECM) umtuk penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2025