Agregasi trombosit berperan penting dalam pembentukan trombus yang dapat memicu infark miokard dan stroke, sementara penggunaan asetosal sebagai agen antiplatelet sintetis berisiko menimbulkan perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak etanol biji beligo (Benincasa hispida) sebagai agen antiagregasi trombosit dengan mengamati pengaruhnya terhadap masa perdarahan dan masa koagulasi pada mencit jantan (Mus musculus). Sebanyak 15 ekor mencit dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 1%), ekstrak etanol biji beligo (3,5; 7; dan 14 mg/20 g BB), serta kontrol positif (asetosal 0,208 mg/20 g BB), yang diberikan secara oral selama delapan hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pada dosis 7 mg/20 g BB memperpanjang masa perdarahan dan memperlambat masa koagulasi secara signifikan (p < 0,01), sedangkan dosis 14 mg/20 g BB memberikan efek yang tidak berbeda nyata dengan asetosal. Efek farmakologis ini diduga terkait dengan kandungan flavonoid dan saponin yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Dengan demikian, ekstrak etanol biji beligo berpotensi sebagai agen antiagregasi trombosit alami dengan efektivitas mendekati asetosal, meskipun penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya pada manusia.
Copyrights © 2025