Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Generasi Z yang belum bekerja memaknai transformasi dunia kerja akibat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta implikasinya bagi strategi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dalam menyiapkan tenaga kerja masa depan. Materials and methods. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa Generasi Z berusia 18 - 28 tahun. Pedoman dalam melakukan wawancara disusun berdasarkan Career Construction Theory (Savickas, 2005), yang fokus pada empat dimensi utama adaptabilitas karier yang diantaranya concern, control, curiosity, dan confidence. Results. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki kesadaran yang tinggi (concern) terhadap dampak AI yang dapat mengurangi jenis pekerjaan tertentu sekaligus membuka peluang baru. Mereka merasa memiliki kendali (control) atas arah karier, meskipun sebagian responden masih dalam tahap eksplorasi. Rasa ingin tahu (curiosity) mengenai keterampilan digital cukup kuat, namun banyak yang masih bergantung pada informasi dari media sosial. Tingkat kepercayaan diri (confidence) relatif tinggi, ditunjukkan melalui upaya pengembangan diri dan kesiapan beradaptasi dengan teknologi. Selain faktor internal, responden menekankan pentingnya dukungan eksternal dari pemerintah, perusahaan, dan institusi pendidikan. Conclusions. Generasi Z menunjukkan adanya potensi adaptabilitas yang kuat dalam menghadapi dunia kerja berbasis AI, Gen Z membutuhkan dukungan sistemik agar potensi tersebut optimal. Untuk organisasi diperlukan strategi pengembangan talenta yang lebih adaptif, berupa kurikulum berbasis keterampilan digital, program pelatihan yang berkesinambungan, dan lingkungan kerja yang kolaboratif dengan teknologi AI. hasil penelitian ini memberikan gagasan bagi manajemen sumber daya manusia dalam merancang kebijakan dan praktik yang sesuai terhadap kebutuhan generasi muda di era digital.
Copyrights © 2025