Hipertensi di Asia Tenggara berada di posisi ke-3 tertinggi dengan prevalensi sebesar 25% terhadap total penduduk. 1 di antara 5 orang perempuan di seluruh dunia memiliki hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Undaan. Hipertensi, yang prevalensinya terus meningkat, umumnya diobati secara farmakologis namun berisiko efek samping, sehingga diperlukan alternatif non-farmakologis seperti dzikir yang menekan sistem saraf simpatis, mengaktifkan saraf parasimpatis, dan memberikan efek relaksasi. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen Non-equivalent Pre-Post Test with Control Group dengan 112 responden (56 intervensi, 56 kontrol). Kelompok intervensi mendapat terapi dzikir (istighfar, sholawat, tahlil, hauqolah, tasbih masing-masing 50×, 3×/minggu selama 10–15 menit), sedangkan kontrol mendapat edukasi leaflet. Hasil menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada kelompok kontrol (p=0,322), sedangkan kelompok intervensi mengalami penurunan signifikan tekanan darah sistolik dari 143,1 menjadi 133,2 mmHg dan diastolik dari 93,1 menjadi 83,0 mmHg (p=0,000). Perbedaan penurunan antar kelompok juga signifikan (p=0,000). Kesimpulannya, terapi dzikir efektif, murah, aman, dan layak diterapkan sebagai intervensi tambahan dalam pengendalian hipertensi
Copyrights © 2025