Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan antara Bermain Gadget dengan Ketajaman Nilai Visus Mata pada Anak Usia Sekolah TPQ Mamba'ul Ulum Wedarijaksa Pati Tahun 2018 Sri Siska Mardiana; Dewi Hartinah; Umi Faridah; Nanang Prabowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.313 KB)

Abstract

Latar Belakang :Visus mata anak usia sekolah dipengaruhi oleh salah satunya bermain gadget dalam waktu yang lama dengan bermain gadget maka akan terjadi kelelahan mata dan dapat menurunkan ketajaman penglihatan (visus mata). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara bermain gadget dengan ketajaman nilai visus mata pada anak usia sekolah Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik korelasi dengan metode purpose yang dianalisis dengan Teknik analisis yang digunakan adalah Rank spearman dengan tingkat kemaknaan 95% yang meliputi analisis univariat dan bivariate terhadap variable bermain gadget dan nilai visus mata di sekolah TPQ Mamba’ul Ulum Wedarijaksa Pati tahun 2018 Responden dalam penelitian adalah sebanyak 44 orang responden. Hasil :Hasil analisa melalui korelasi spearman memberi kesimpulan bahwa Korelasi antara bermain gadget” dengan Nilai visus mata tidak signifikansi sebesar 0,352. Karena signifikansi (p-value)>0,05, yang artinya tidak ada hubungan Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara bermain gadget dengan Nilai visus mata.
Hubungan Jenis Pekerjaan dengan Hernia di RS Islam Arafah Rembang Tahun 2018 Umi Faridah; Dewi Hartinah; Nuning Nindiawaty
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.782 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hernia merupakan kasus bedah digestif terbanyak setelah apendisitis. Hernia merupakan penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan. Hernia terdiri atas cincin, kantong dan isi hernia. Menurut sifatnya hernia terbagi menjadi hernia reponibel, non reponibel , obstruksi ndan strangulata. Faktor resiko terjadinya hernia antara lain usia, obesitas, jenis kelamin, batuk kronis, lahir prematur, jenis pekerjaan dan tingkat aktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jenis pekerjaan denga kejadian hernia Metode : metode penelitian korelasi dengan metode cross sectional menggunakan tehnik purposive sampling yang dianalisis dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% yang meliputi analisis univariat dan bivariate terhadap variabel jenis pekerjaan dan tingkat aktifitas di RSI Afarah Rembang tahun 2018. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 sampel rekam medis pada periode januari-sepetember 2018. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil : hasil analisis bivariate variabel jenis pekerjaan (p=0,509) Keseimpulan : tidak terdapat hubungan antara jenis pekerjaan dan kejadian hernia di RSI Arafah Rembang tahun 2018.
HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN DIRI DENGAN TINGKAT STRESS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR S1 KEPERAWATAN DALAM MENYELESAIKAN TUGAS AKHIR SEBAGAI SYARAT KELULUSAN WISUDA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS Umi Faridah; Anny Rosiana; Siti Mahmudah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.97 KB)

Abstract

Di Indonesia kasus stress sangat tinggi, prevalensi stress menurutRiskesdas pada tahun 2013 menunjukkan 6% untuk usia 15 tahun keatas atau sekitar 14 juta penduduk di indonesia mengalami gangguanmental. Berdasrakan hasil survey penahuluan pada 8 Januari 2019 diUniversitas Muhammadiyah Kudus , hasil wawancara dari 10mahasiswa dengan 14 pertanyaan tentang gejala stress, di antaranya 3mahasiswa meraskan 50 % dari gejala, 3 mahasiswa 57% dari gejala,dan 4 mahasiswa merasakan 43% dari 14 gejala stress. Tujuanpenelietian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara manajemendiri dengan tingkat stress pada mahasiswa tingkat akhir S1Keperawatan dalam menyelesaikan tugas akhir sebagai syaratkelulusan wisuda di Universitas Muhammadiyah Kudus. Jenispenelitian analitik korelasi dengan desain penelitian Cross Sectional.Populasi sebanyak 84 dan sampel sebanyak 46 respondenmenggunakan rumus Solvin dan metode Simple Random Sampling.Alat ukur dan uji hubungan menggunakan uji Spearman Rank. Hasilpenelitian didapatkan hasil hubungan negatif yang signifikan denganharga korelasi -0.398 dan nilai p value 0.008 < ( < 0.01). Dari 46responden paling banyak 17 responden (37%) yaitu manajamen diriyang cukup baik dengan tingkat stress yang masih normal.Kesimpulannya Ha diterima dan Ho ditolak.
HUBUNGAN KEBIASAAN MENGKONSUMSI KOPI DENGAN GEJALA GANGGUAN TIDUR PADA LANSIA DI DESA TEMPURAN DEMAK 2018 Umi Faridah; Dewi Kusumawati; Sri Rahayu; Darto Wahab
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.004 KB)

Abstract

Latar belakang :Pada lansia, kebutuhan tidur akan mengalami perubahan. Setiap tahun diperkirakan sekitar 20-50% orang dewasa melaporkan adanya gangguan tidur dan sekitar 17% mengalami gangguan tidur yang serius. Prevalensi gangguan tidur pada lansia di Indonesia cukup tinggi yaitu sekitar 67%. Keluhan ini bisa jadi karena persoalan medik atau kondisi psikologis, misalnya akibat stress dan depresi, sakit fisik atau pengaruh gaya hidup seperti minum kopi, alkohol atau merokok. Pada sedikit studi empiris, konsumsi kafein menyebabkan durasi tidur yang lebih pendek, jam bangun yang lebih siang dan meningkatkan kebutuhan tidur di siang hari. Tujuan : untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengkonsumsi kopi dengan gejala gangguan tidur pada lansia di Desa Tempuran Demak 2018. Metode : penelitian analitik dengan studi korelasional menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 85 orang yang diambil dengan teknik proportionate simple random sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner untuk kebiasaan minum kopi dan kuesioner insomnia rating scale. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rho. Hasil : Kebiasaan minum kopi responden sebagian besar adalah tidak pernah (60%) dan Gejala gangguan tidur yang dialami oleh responden sebagian besar pada kategori sedang (72,9%). Hipotesis menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak menurut hasil uji Spearman Rho yaitu (φ(Rho) = 0,267 dan p value = 0,013). Kesimpulan : Ada hubungan kebiasaan konsumsi kopi dengan gejala gangguan tidur pada lansia di Desa Tempuran Demak 2018.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KARANGRAYUNG II Sri Siska Mardiana; Umi Faridah; S Subiwati; Babar Daru Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.524 KB)

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang ditemukan pada masyarakat baik di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia. Keberhasilan suatu pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas pelayanan kesehatan, jenis obat, sikap dan keterampilan tenaga kesehatan, sikap dan pola hidup pasien dan keluarga pasien, tetapi dipengaruhi juga oleh kepatuhan pasien terhadap pengobatan yang sedang ia jalani. Tingkat pendidikan turut pula menentukan mudah tidaknya seseorang menyerap dan memahami pengetahuan yang mereka peroleh, pada umumnya semakin tinggi pendidikan seseorang semakin baik pula pengetahuannya. Tujuan: Untuk Mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrayung II tahun 2018. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi crossectional. Populasi penelitian ini adalah pasien hipertensi. Besar sampel diambil secara acak dengan penentuan jumlah sample minimum menggunakan rumus slovin yaitu 80 responden. Hasil: Sebagian besar tingkat pendidikan SMA sebanyak 52 responden (65%), sedangkan pendidikan SD sebanyak 16 responden (20%) dan yang paling sedikit pendidikan SMP sebanyak 12 responden (15%). Sebagian besar responden memiliki kepatuhan minum obat yang tinggi sebanyak 44 responden (55%), sedangkan yang memiliki kepatuhan sedang sebanyak 4 responden (5%) dan memiliki kepatuhan rendah sebanyak 32 responden (40%)). Kesimpulan: Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Rank Spearman dengan taraf signifikasi α 0,05. Dari hasil penelitian hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrayung II terhadap 80 responden menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepatuahan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrayung II. Nilai koefisien korelasi 0,850 yang berarti tingkat pendidikan mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrayung II, dengan arah korelasi searah atau positif yang berarti semakin tinggi tingkat pendidikan akan meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrayung II.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Siklus Menstruasi pada Siswi MA Ma'ahid Kudus Dewi Kusumawati; I Indanah; Umi Faridah; Rizka Ayu Ardiyati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.792 KB)

Abstract

Remaja putri mengalami menstruasi pada masa pubertas. Selama menstruasi terjadi berbagai gangguan salah satunya ketidakteraturan siklus menstruasi yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada siswi MA Ma’ahid Kudus. Responden berjumlah 87 siswi. Metode yang digunakan adalah crossectional dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Data yang dikumpulkan yaitu karakteristik responden, aktivitas fisik menggunakan kuesioner PAQ-A dan siklus menstruasi. Analisis data menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar (55,2%) siswi mempunyai aktivitas kategori ringan. Sebagian besar responden (66,7%) memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Hasil uji statistik menggunakan Spearman’s Rho diperoleh nilai p = 0,000 dan r sebesar 0,371 sehingga terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi.
Spiritual Intelligence In Adolescents At Smp It Assa'idiyyah Mejobo Kudus In 2021 Arnetta Mayasavira Putri; Yanuar Rizqi Azzakiy; I Indanah; Umi Faridah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.607 KB)

Abstract

Latar belakang : Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan untuk memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan seseorang lebih bermakna dibanding yang lain. Seseorang yang memiliki kecerdasan spiritual yang baik dalam memcahkan persoalannya ia tidak hanya dipecahkan secara rasional dan emosionalnya saja tetapi menghubungkannya dengan kehidupan spiritual, dengan demikian langkah-langkahnya lebih bermakna dalam kehidupan. Tujuan : Untuk mengetahui kecerdasan spiritual pada remaja di SMP IT assa’idiyyah Mejobo Kudus. Metode : Metode penelitian Kuantitatif Jenis penelitian Analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan stratified sampling dengan mengambil jumlah populasi di seluruh kelas VII di SMP sebanyak 104 responden. Analisa Bivariat menggunakan uji chi square dan instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner. Hasil : Kecerdasan spiritual pada remaja di SMP IT Assa’idiyyah Mejobo Kudus Tahun 2021, dari 104 responden sebagian responden memiliki kecerdasan spiritual baik sebanyak 87 responden (83.7%) dan responden yang memiliki kecerdasan spiritual kurang sebanyak 17 responden (16.3%). Kesimpulan : Kecerdasan spiritual pada remaja di SMP IT Assa’idiyyah Mejobo Kudus Tahun 2021 dari 104 responden didapatkan kecerdasan spiritual baik sebanyak 87 responden (83.7%).
The Relationship of Handwashing with Soap Behavior with the Incidence of Diarrhea in Infants at PTPN IX Balong Housing Fariza Yulia Kartika Sari; S Sukarmin; Umi Faridah; H Hernadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.561 KB)

Abstract

Diare merupakan masalah yang sering terjadi pada balita yang dapat meningkatkan resiko angka kesakitan dan kematian balita. Diare dapat disebabkan berbagai macam factor salah satunya perilaku kebersihan individu yaitu cuci tangan. Perilaku cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu program yang digiatkan dalam rangka menurunkan kejadian diare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada balita di Perumahan PTPN IX Balong. Metode penelitian ini adalah kolerasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purprosive sampling dengan jumlah sampel 32. Analisis yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini sebagian besar balita tidak mengalami diare (71,9%) selama 1 bulan terakhir dan sebagain besar keluarga balita perilaku cuci tangannya kategori sedang (78,1%). Hasil analisis menggunakan chi square terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare pada balita (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah orang tua yang memiliki perilaku cuci tangan dengan sabun yang baik, maka dapat menurunkan kejadian diare pada balitanya.
Relationship Of Calcium Electrolyte Value With Atrial Febrillation In Heart Poly Of RSUD RAA Soewondo Pati Rizki Widyan Aisya; S Sukarmin; Umi Faridah; Fitratul Lu'luiyyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.069 KB)

Abstract

Atrial fibrilasi merupakan salah satu jenis takiaritmia supraventrikular khas dengan aktivasi atrium yang tidak terkoordinasi. atrial febrilation mempunyai nilai elektrolit yang menurun salah satunya adalah kalsium. Kalsium memegang peran penting dalam kontraksi miokardium. RSUD RAA Soewondo Pati adalah rumah sakit rujukan pertama tingkat kabupaten yang melayani masyarakat dibidang kesehatan. Tahun 2018 di RSUD RAA Soewondo penderita jantung yang mengalami atrial febrilation sebanyak 482 yang terdiri laki-laki sebanyak 272 (56%) dan perempuan sebanyak 210 (44%). Sedangkan data 3 bulan terakhir yang diambil pada bulan Agustus-Oktober 2019 terdapat sebanyak 108 pasien dengan atrial febrilation yang menjalani rawat jalan di Poli Jantung. Penderita atrial febrilation yang menjalani rawat jalan rata-rata mempunyai nilai kalsium yang tinggi dengan jumlah rata-rata setiap bulan sebanyak 36 pasien. Tujuan : Mengetahui hubungan nilai elektrolit kalsium dengan atrial febrilation di Poli Jantung RSUD RAA Soewondo Pati. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah metode metode deskriptif korelasi dengan pendekatan Cros Sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 33 subjek yang dipilih secara purposive sampling. Untuk menganalisis data menggunakan Rank Spearman. Hasil : Hasil uji analisis didapatkan r hitung sebesar 0,782 (kuat) dan nilai ρ value 0,000 kurang dari 0,05 maka hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang kuat antara nilai elektrolit kalsium dengan atrial febrilation.
Relationship Of Diet With Frequency Of Recurrence Of Dyspepsia In Puskesmas Pamotan Rembang Regency Umi Faridah; Dewi Hartinah; Naimatul Farida
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.295 KB)

Abstract

Latar Belakang : Dispepsia adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala yang ditandai dengan nyeri ulu hati, kembung, perut terasa cepat penuh, dan lain – lain. Frekuensi kekambuhan dispepsia adalah terjadinya kembali serangan dispepsia dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Prevalensi dispepsia di Indonesia mencapai 40-50%. Pada usia 40 tahun diperkirakan terjadi sekitar 10 juta jiwa atau 6,5% dari total populasi penduduk. Pada tahun 2020 diperkirakan angka kejadian dispepsia terjadi peningkatan dari 10 juta jiwa menjadi 28 jiwa setara dengan 11,3% dari keseluruhan penduduk di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa prevelensi dispepsia masih cukup tinggi. Salah satu cara untuk mengurangi angka dispepsia yaitu dilihat dari pola makan yang meliputi jadwal makan, jenis makanan dan keteraturan makan supaya tidak terjadi kekambuhan dispepsia. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pola makan dengan frekuensi kekambuhan dispepsia di Puskesmas Pamotan Kabupaten Rembang. Metode : Jenis penelitian Analitik Korelasional dengan pendekatan Cross sectional. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil jumlah populasi pada bulan januari dan februari sebanyak 44 Orang di Puskesmas Pamotan Kabupaten Rembang. Analisa bivariat menggunakan uji Spearman Rank (Rho) dan instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar ceklis. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan pola makan dengan frekuensi kekambuhan dispepsia di puskesmas pamotan kabupaten rembang dengan P Value sebesar 0,000 dengan ɑ 5%, nilai r sebesar 0,566 Ada hubungan pola makan dengan frekuensi kekambuhan dispepsia di Puskesmas Pamotan Kabupaten Rembang dengan P Value sebesar 0,000 dengan ɑ=5%. Kesimpulan : Ada hubungan pola makan dengan frekuensi kekambuhan dispepsia di Puskesmas Pamotan Kabupaten Rembang. bstrak harus dibuat singkat, menarik, sederhana, dan mudah dipahami tanpa membaca keseluruhan artikel. Untuk itu, hindari menggunakan jargon, singkatan dan referensi. Dalam menuliskan abstrak, penulis harus akurat, menggunakan kata-kata yang tepat, dan menyampaikan makna penelitian. Abstrak yang baik memuat permasalahan dan tujuan, bagaimana riset dilakukan (metode), hasil, dan ditutup dengan pernyataan singkat kesimpulan. Dalam abstrak juga selalu disertakan kata kunci (keywords). Keywords digunakan untuk mengindeks sebuah artikel dan merupakan label dari sebuah artikel.