Penelitian ini menganalisis representasi mitologi Nyai Roro Kidul dan Dewi Sri dalam karya-karya Kei Imazu yang dipamerkan dalam pameran The Sea Is Barely Wrinkled (Laut Nyaris Tak Beriak) melalui pendekatan semiotika. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap makna simbolik serta relasi antara mitos, budaya, dan identitas dalam karya Imazu yang terinspirasi oleh dua figur mitologis tersebut. Metode analisis menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce, meliputi pemaknaan denotatif, konotatif, dan mitos, untuk meneliti bagaimana Imazu memaknai ulang mitos tradisional dalam konteks seni kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imazu memadukan elemen visual tradisional dengan estetika modern, menghadirkan reinterpretasi atas mitos Nyai Roro Kidul dan Dewi Sri sebagai simbol kekuatan feminin, alam, dan spiritualitas. Karyanya tidak hanya merefleksikan narasi mitologis, tetapi juga mengkritik stereotip gender dan eksploitasi alam. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana seniman kontemporer mengonstruksi mitos lama menjadi bahasa visual yang relevan dengan isu-isu masa kini.
Copyrights © 2025