Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah desa dalam mendukung pelestarian kearifan lokal masyarakat Jawa Tondano (Jaton) di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun melalui nilai, norma, dan tradisi menghadapi tantangan serius akibat arus modernisasi dan globalisasi yang berpotensi melemahkan identitas budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai praktik dan kebijakan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Yosonegoro memiliki tiga peran strategis, yaitu sebagai regulator melalui penyusunan aturan lokal yang mendukung pelestarian budaya; sebagai fasilitator dengan menyediakan sarana seperti balai budaya, peralatan kesenian, serta dukungan festival; dan sebagai dinamisator yang mendorong partisipasi masyarakat melalui perlombaan serta kegiatan sosialisasi budaya. Meski demikian, peran tersebut masih dihadapkan pada sejumlah kendala, antara lain lemahnya penegakan aturan, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten seperti pelatih budaya, serta rendahnya minat generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan budaya, termasuk lomba pidato bahasa Jaton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pelestarian kearifan lokal sangat ditentukan oleh konsistensi peran pemerintah desa dan kesadaran masyarakat dalam melestarikan identitas budaya Jaton lintas generasi.
Copyrights © 2025