Kesalahan medik merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit, khususnya yang melibatkan tenaga keperawatan. Shift kerja perawat, terutama pada shift malam, sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kesalahan medik akibat kelelahan, stres kerja, dan penurunan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sistem shift kerja perawat dengan kejadian kesalahan medik di RSUD Rantauprapat. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 perawat yang bekerja di instalasi rawat inap dan diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi kejadian kesalahan medik, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 100 perawat, sebanyak 40% pernah melakukan kesalahan medik. Distribusi kesalahan paling banyak terjadi pada shift malam (66%), diikuti shift pagi (35%) dan shift sore (20%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara shift kerja dan kesalahan medik (p = 0,0004). Faktor-faktor penyebab kesalahan medik pada shift malam antara lain adalah kelelahan, tingginya beban kerja, dan kurangnya pengawasan. Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi manajemen shift untuk menurunkan risiko kesalahan medik, seperti rotasi shift yang lebih seimbang, pelatihan manajemen kelelahan, serta peningkatan jumlah staf dan pengawasan pada shift malam.
Copyrights © 2024