Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak lebih rendah dari standar usia, yaitu nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) < –2 SD berdasarkan standar WHO . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting. Secara nasional, prevalensi stunting pada balita Indonesia masih cukup tinggi meskipun telah terjadi penurunan. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 34.41% (Kemenkes RI, 2023). Di Provinsi Sulawesi Barat, prevalensi stunting tercatat sekitar 30,3%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik desain cros sectional studi. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik random sampling sederhana pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan ibu responden. Data dianalisis dengan uji chisquare dilanjutkan dengan uji odd ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh baik 49 (49%) dan pola asuh tidak baik 51 (51%). Nilai P-value (0.000). perilaku picky eating 56 (56%) dan perillaku tidak picky eating 44 (44%) dengan nilai P-value (0.000). Kesimpulan : nilai OR = enam (6) lebih besar dari nilai satu (1) pola asuh merupakan sebagai faktor risiko stunting. Perilaku picky eating nilai OR = 0.043 kurang dari 1 berarti perilaku picky eating merupakan sebagai faktor pelindung terhadap kejadian stunting.
Copyrights © 2025