Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor Risiko Kejadian Stunting Desa Bababulo Utara Kec. Pamboang Sri Nurlian; Nurbayani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.3418

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak lebih rendah dari standar usia, yaitu nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) < –2 SD berdasarkan standar WHO . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting. Secara nasional, prevalensi stunting pada balita Indonesia masih cukup tinggi meskipun telah terjadi penurunan. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 34.41% (Kemenkes RI, 2023). Di Provinsi Sulawesi Barat, prevalensi stunting tercatat sekitar 30,3%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik desain cros sectional studi. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik random sampling sederhana pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan ibu responden. Data dianalisis dengan uji chisquare dilanjutkan dengan uji odd ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh baik 49 (49%) dan pola asuh tidak baik 51 (51%). Nilai P-value (0.000). perilaku picky eating 56 (56%) dan perillaku tidak picky eating 44 (44%) dengan nilai P-value (0.000). Kesimpulan : nilai OR = enam (6) lebih besar dari nilai satu (1) pola asuh merupakan sebagai faktor risiko stunting. Perilaku picky eating nilai OR = 0.043 kurang dari 1 berarti perilaku picky eating merupakan sebagai faktor pelindung terhadap kejadian stunting.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI MENGENAI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Wa Ode Nursyuhada; Budi Prasetyo; Sri Nurlian; Haslina; Rina Inda Sari; Yeni Yuliana
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.734

Abstract

Latar belakang: Kanker payudara menduduki peringkat tertinggi dalam angka kejadian dan kematian pada perempuan di seluruh dunia. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan cara termudah untuk mendeteksi kelainan pada ukuran, tekstur, serta bentuk payudara. Pemeriksaan payudara membantu deteksi dini kanker payudara, sehingga mengurangi risiko keparahannya. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di SMA Negeri 4 Kota Baubau. Metode: Jenis penelitian menggunakan desain quasi eksperiment dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 84 siswi kelas XI tahun 2024, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan nilai ρ = 0,000 < 0,05. Selanjutnya, ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), dengan nilai ρ = 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pihak sekolah disarankan untuk bekerja sama dengan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi SADARI secara berkala kepada remaja putri.
PENGARUH PEMANFAATAN PANGAN LOKAL TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA sri Nurlian; Nurbayani
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.530

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Stunting terjadi karena kekurangan gizi yang terjadi dalam masa 1000 hari kehidupan balita. Kekurangan gizi ini dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat terkait bahayanya stunting dan bagaimana mencegahnya. Hal ini merupakan hal yang tidak dapat dianggap remeh, jika kita melihat dampak keberlanjutan stunting ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan pangan lokal terhadap kejadian stunting pada balita. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan sampel 120 balita usia 24–59 bulan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (chi-square), Hasil menunjukkan pemanfaatan pangan lokal berpengaruh signifikan terhadap kejadian stunting (p < 0,001)