Penelitian ini mengkaji hubungan antara investasi online dan ekonomi hijau di Indonesia. Digitalisasi sektor keuangan melalui peer-to-peer lending, equity crowdfunding, dan fintech telah meningkatkan inklusi keuangan, namun masih menghadapi tantangan berupa lemahnya regulasi berbasis keberlanjutan, kerentanan keamanan siber, rendahnya literasi digital, dan minimnya insentif investasi hijau. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan antara pesatnya pertumbuhan investasi digital dan lambatnya penyesuaian kebijakan menuju green economy. Di sisi lain, peluang strategis dapat dimanfaatkan melalui penerapan green labeling, pengungkapan ESG, dan pengembangan platform investasi ramah lingkungan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi kebijakan digital finance dengan prinsip keberlanjutan untuk mendukung pembangunan inklusif dan transisi menuju ekonomi hijau.
Copyrights © 2025