Work-life balance (WLB) menjadi perhatian kritis dalam pengelolaan sumber daya manusia karena dampaknya terhadap kesejahteraan dan produktivitas karyawan. Penelitian ini menyajikan tinjauan pustaka yang mengkaji hubungan antara WLB, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai dengan mengumpulkan temuan studi empiris dan kajian teoritis terkini. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap artikel, laporan, dan studi kasus (tahun 2020–2025) yang membahas praktik WLB, faktor pendukung implementasinya, serta konsekuensi terhadap indikator organisasi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa implementasi WLB—melalui fleksibilitas jam kerja, dukungan organisasi, kebijakan cuti yang proporsional, dan lingkungan kerja yang kondusif—secara konsisten berhubungan positif dengan peningkatan kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Mekanisme pengaruh utama adalah penurunan tingkat stres, peningkatan keterlibatan, dan peningkatan kesejahteraan psikologis; selain itu peran pimpinan dan kesiapan infrastruktur teknologi merupakan faktor moderasi/pendukung penting. Implikasi praktisnya menekankan perlunya kebijakan WLB yang kontekstual, pelatihan manajerial, dan evaluasi berkala untuk mengoptimalkan manfaat organisasi. Rekomendasi penelitian lanjutan meliputi studi kuantitatif lintas-sektor dan analisis mediasi/moderasi untuk mengukur efek kausal secara lebih rinci.
Copyrights © 2025