Bahasa memiliki peranan strategis dalam penyusunan pesan pada media promosi ritel, terutama dalam lanskap e-commerce yang berkembang pesat. Kalimat imperatif menjadi salah satu bentuk kebahasaan yang dominan digunakan untuk mendorong konsumen melakukan tindakan tertentu, seperti melakukan pembelian, memanfaatkan promosi, atau mengikuti penawaran khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi pragmatik kalimat imperatif dalam iklan e-commerce sebagai media promosi ritel, dengan fokus pada konten iklan yang ditayangkan pada periode Januari-Oktober 2025 di tiga marketplace yaitu Shopee, Lazada, dan TikTok Shop. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi. Analisis mengacu pada klasifikasi kalimat imperatif menurut teori Rahardi (2005), yang mencakup perintah, ajakan, larangan, permintaan, dan pemberian izin, untuk mengungkap maksud dan strategi pragmatik yang digunakan dalam konteks promosi ritel digital. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi pada kajian pragmatik dan komunikasi pemasaran, sekaligus memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai strategi bahasa dalam media promosi ritel berbasis e-commerce.
Copyrights © 2025