Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh employer branding dan person–organization fit terhadap keputusan melamar kerja pada era rekrutmen digital. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner tertutup skala Likert lima poin. Responden merupakan masyarakat umum yang pernah atau sedang mempertimbangkan melamar pekerjaan secara daring, dengan penentuan sampel menggunakan rumus Lemeshow (n ≥ 384) dan teknik purposive sampling. Variabel independen terdiri atas employer branding dan person–organization fit, sedangkan variabel dependen adalah keputusan melamar yang diukur secara dikotomis (1 = melamar, 0 = tidak melamar). Analisis data menggunakan regresi logistik biner dengan tahapan uji validitas, reliabilitas, kelayakan model, uji simultan, dan uji parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employer branding dan person–organization fit berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan melamar. Temuan ini menegaskan bahwa keputusan melamar pada platform rekrutmen digital merupakan hasil sinergi antara daya tarik citra perusahaan dan persepsi kesesuaian nilai pelamar dengan organisasi. Secara praktis, perusahaan perlu mengintegrasikan strategi employer branding dengan komunikasi nilai dan budaya organisasi yang autentik untuk menarik talenta yang tepat.
Copyrights © 2025