Transformasi digital telah mengubah secara signifikan pola kepemimpinan kepala daerah, khususnya dalam cara pemimpin berinteraksi dengan masyarakat dan mengelola pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan digital Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dengan menggunakan perspektif Digital Transformational Leadership. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui analisis konten media sosial Wali Kota Palembang (Instagram, Facebook, TikTok) dalam periode Oktober–November 2025, dilengkapi dengan studi dokumentasi kebijakan daerah dan pemberitaan daring. Teknik analisis data merujuk pada model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, kategorisasi, penyajian data, serta verifikasi melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan Ratu Dewa mencerminkan karakter pemimpin transformasional digital yang ditandai oleh keterbukaan informasi, komunikasi horizontal, kolaborasi publik, dan penggunaan media sosial sebagai sarana kontrol birokrasi serta partisipasi warga. Namun demikian, praktik kepemimpinan digital juga menghadapi tantangan berupa hoaks, bias citra politik, dan disparitas literasi digital masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan digital bukan sekadar aktivitas publikasi visual, melainkan membentuk pola baru tata kelola pemerintahan berbasis interaksi dan transparansi.
Copyrights © 2025