Layanan Feeder berperan sebagai angkutan pengumpan yang menghubungkan kawasan permukiman dan pusat aktivitas menuju jaringan transportasi massal utama yaitu BRT Kota Semarang. Sebagai sistem yang berorientasi pada pengguna, layanan Feeder menuntut perencanaan armada, fasilitas halte, serta operasi yang terintegrasi. Penentuan tarif menjadi aspek penting dalam pengelolaan layanan, yang umumnya ditinjau melalui pendekatan Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ATP masyarakat berdasarkan jenis pekerjaan berada pada kisaran Rp 3.750–Rp 44.387, dengan ATP terhadap tarif layanan berkisar Rp 4.851–Rp 16.370. Sementara itu, WTP berdasarkan jenis pekerjaan tercatat pada rentang Rp 1.381–Rp 5.000, dan WTP berdasarkan kelompok tarif berada pada kisaran Rp 4.000–Rp 5.500. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam perumusan tarif Feeder yang lebih proporsional dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025