Latar Belakang:Penuaan penduduk merupakan fenomena global yang meningkatkan kerentanan lansia terhadap masalah kesehatan mental, khususnya stres. Stres pada lansia dipengaruhi oleh perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Dukungan sosial berperan sebagai faktor protektif yang penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis lansia, namun kualitas dan sumber dukungan yang diterima dapat bervariasi.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat dukungan sosial dan tingkat stres pada lansia serta menggambarkan perbedaan dukungan dan stres berdasarkan asal dukungan sosial.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional. Penelitian dilaksanakan di panti wredha, komunitas lansia, dan keluarga di wilayah Jatimulya Rangkasbitung pada Desember 2025–Januari 2026. Sampel terdiri dari 60 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Dukungan sosial diukur menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), sedangkan tingkat stres diukur dengan Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat.Hasil:Terdapat hubungan signifikan antara asal dukungan sosial dan tingkat dukungan sosial (p = 0,023; OR = 13,3), di mana lansia yang tinggal di panti lebih berpeluang memperoleh dukungan sosial yang baik. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara asal dukungan sosial dan tingkat stres (p = 0,134). Namun, terdapat hubungan signifikan antara tingkat dukungan sosial dan tingkat stres lansia (p = 0,000; OR = 26,86).Kesimpulan:Dukungan sosial yang baik berperan penting dalam menurunkan tingkat stres pada lansia dan perlu diperkuat melalui keluarga, komunitas, maupun institu
Copyrights © 2026