Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak manajemen sumber daya manusia terhadap keberlanjutan warisan budaya maritim melalui studi etnografi pada tradisi permainan perahu Jong di Kampung Siamabang, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif etnografi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pengrajin perahu Jong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan perahu Jong melibatkan aspek manajemen sumber daya manusia tradisional yang kompleks, meliputi pengelolaan keterampilan, pengetahuan lokal, dan transfer pengetahuan antar generasi. Temuan mengungkapkan bahwa biaya produksi perahu Jong bervariasi antara Rp1.500.000 hingga Rp3.500.000 tergantung ukuran, dengan kendala utama berupa keterbatasan modal, material, dan regenerasi pengrajin. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman pentingnya preservasi pengetahuan tradisional dan pengembangan strategi manajemen SDM berbasis budaya lokal untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya maritim di Indonesia.
Copyrights © 2026