Keterampilan motorik halus anak usia dini krusial untuk kesiapan belajar, namun paparan layar berlebih mengurangi stimulasi, kurang optimalnya pemanfaatan menggambar di TK Negeri Pembina, Kecamatan IV Jurai Pesisir Selatan. Penelitian kualitatif deskriptif dengan narrative review literatur ini bertujuan mendeskripsikan peran menggambar dalam mengembangkan motorik halus, menekankan aktivitas, peran guru, serta media/teknik. Populasi anak kelompok B (4-5 tahun) dan guru; sampel purposif 18 anak dan 3 guru. Instrumen meliputi pedoman observasi, wawancara semi-struktural, lembar dokumentasi, dianalisis model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, verifikasi) dengan triangulasi. Hasil menunjukkan 78% indikator baik/sangat baik (92% genggaman tripod, 85% koordinasi mata-tangan), progres menggambar dari coretan acak ke bentuk kompleks (6-7 elemen), durasi fokus naik dari 12 ke 22 menit pasca-variasi media. Menggambar efektif membentuk motorik halus via fasilitasi guru dan diversifikasi media, direkomendasikan pedoman standar kurikulum PAUD meski terbatas skala sampel kecil.
Copyrights © 2026